Mimpi Basah di Siang Ramadhan

couple-in-bed-sleeping

Gambar Hiasan 1

Soalan oleh Sdr. Ridho: Mimpi basah saat tidur siang di bulan suci Ramadhan apa ga batalin puasa ??

Jawapan:-

Asalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Para ulama sepakat bahwa keluar mani di saat sedang puasa tidak membatalkan, asalkan keluarnya bukan disengaja, baik oleh diri sendiri atau pun oleh orang lain.

Dan sebaliknya, seandainya keluar mani terjadi dengan sengaja, entah dengan masturbasi atau pun lewat jima’ dengan isteri, maka hukumnya membatalkan puasa.

Para ulama menyebutkan bahwa termasuk ke dalam kategori keluar mani tanpa sengaja adalah tidur dan bermimpi ‘basah’.

Selain itu, juga ketika seseorang sekedar membayangkan hal-hal yang dapat membuatnya keluar mani, tanpa melakukan gerakan atau gesekan pada kemaluannnya, maka hal itu tidak termasuk yang membatalkan secara hukum.

Tetapi secara adab tentu tidak bisa dibenarkan. Bahkan hal itu mengurangi pahala puasa.

Namun seandainya mimpi itu tidak berangkat dari menuruti hawa nafsu, tetapi terjadi begitu saja pada saat seseorang sedang tertidur di siang hari bulan Ramadhan, insya Allah tidak mengurangi pahala.

Karena kondisi itu bukan keinginan yang disengaja, juga bukan termasuk memperturutkan hawa nafsu, melainkan semata-mata karena dorongan tubuh secara biologis, terutama bagi laki-laki.

Maka kita tidak bisa mempersalahkan dorongan yang bersifat normal biologis seseorang, sebagaimana kita tidak bisa menyalahkan orang yang ingin buang air kecil atau buang air besar.

Terkadang wanita itu mengalami mimpi (mimpi basah), sebab kaum wanita adalah saudara kaum pria, jika kaum pria mengalami mimpi maka demikian pulalah halnya wanita. J

ika seorang wanita mengalami mimpi dan tidak keluar cairan syahwat pada saat bangun dari tidurnya, maka tidak ada kewajiban bagi wanita itu untuk mandi.

Akan tetapi jika mimpi itu menyebabkan adanya air dari kemaluannya, maka wanita itu diwajibkan untuk mandi.

Hal ini berdasarkan hadits Ummu Salim yang bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, apakah diwajibkan bagi seorang wanita untuk mandi jika ia bermimpi?” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ” Ya, jika ia melihat air”, jadi jika mimpi itu menyebabkan keluar air maka wajib baginya untuk mandi.

Jika mimpi itu telah berlalu lama sekali dan mimpi itu tidak menyebabkan keluar air maka tidak ada kewajiban mandi atasnya, akan tetapi jika mimpi itu menyebabkan keluarnya air maka hendaknya ia menghitung berapa shalat yang telah ia tinggalkan lalu hendaknya ia melaksanakan shalat yang ia tinggalkan itu.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

materi referensi:-

1. eramuslim

2. alsofwah

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: